Instagram Logo

vantiani

Ika Vantiani

Paper, scissor, glue and everything after. Part of @iiyhcollective, @kumpulkolase, @thecollageclub, @klubsalamtempel & @qlc_jakarta. DM opens.

7.5K
posts
7.6K
followers
19.1K
following

Selamat Ulang Tahun Pertama, Klub Salam Tempel! πŸŽ‚ Terima kasih buat Arum, Aya dan Ika yang udah kekeuh ketemuan sebulan sekali dari April 2024 buat journaling bareng sampai sekarang. Si Trio Gemini yang beda-beda banget gaya journaling-nya tapi selalu satu jua kalau ngurusin Klub.

Makasih banyak tentunya buat anggota klub yang selalu penuh semangat untuk datang ngumpul tiap bulan dan siap berbagi supplies setiap ketemuan. Apalah kami bertiga tanpa kalian semua.

Acara ulang tahun kita juga nggak bakal seseru ini kalau enggak ada support dari Prayn dan 2025 plannernya, macem-macem pen yang penuh kejutan dari Pilot Pen Indonesia dan tentunya 7Speed Coffee Panglima Polim yang memberi kami ekstra ruang buat bikin tiny art market selama pesta ultah kemarin.

Panjang usia, karya dan cinta buat kita semua di Klub Salam Tempel! 🀍

Special thanks to our sponsors;
@7speedcoffee
@prayn.co
@pilotpen.indonesia

#klubsalamtempel #klubjurnaljakarta #journalingcommunity #klubjurnalsalamtempel #journalclubjakarta #artjournal #junkjournaljakarta


177
27
1 years ago


Salah satu yang paling berkesan dari Kumpul Kolase kemarin adalah kami berdua jadi bisa melihat sekaligus mempresentasikan bagaimana perbedaan eksplorasi kolase kami berdua. Tidak hanya dalam bentuk karya kolase tapi juga workshop. Terima kasih buat antusiasme dan keterlibatannya ya. Tidak sabar untuk membuat kegiatan bersama lagi jadinya.

Video oleh @ranggakuzuma
.
.
.
#kumpulkolase #pameran #pasarseni #kolase #collageartists #analoguecollage #cutandpaste #collagexpo #kolektifkolase #jurnalkolasefrnss #vantiani


246
11
1 years ago

would like you to know that her account is a safe place if you are part of queer community and if you're uncomfortable about the following issues or worst, homophobic, transphobic and et cetera, you can unfollow or block this account because she is only allow inclusive energy on this account.

Sending her queer friends love, power and strength wherever you are. Thank you for being you and she sees you.
.
.
.
#queerallies #queerfriendly #safespace #inclusiveenergy #signage #oldwork #comissionwork #herfingerpower #vantiani


494
11
2 years ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago


menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago


menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

menemukan taman ria yang sekaligus bagian dari taman bermain air mangkrak di Kuningan kemarin. Setelah selama ini mengagumi foto-foto taman ria mangkrak di luar Indonesia, melihat situs yang letaknya tepat di area depan penginapannya adalah kejutan yang menyenangkan (sekaligus sedikit menyeramkan). Melihat mural-mural yang catnya mengelupas dengan gambar warna-warni adalah sebuah pemandangan yang menyedihkan ternyata. Membayangkan area itu pernah amat sangat ramai dan riuh rendah dengan suara air dan anak-anak. Sayangnya saya tidak sempat memotret area Taman Bermain Air-nya dari dekat. Padahal terlihat sangatlah menarik dengan berbagai bentuk peluncuran air yang sudah ditumbuhi ilalang disana-sini.

Beberapa hari sebelumnya saat saya sedang naik Ojol mau kembali ke penginapan, saya melihat si wahana naga bergoyang ke kanan dan kiri tanpa seorangpun di sekitarnya. Dan kemarin sore saya sempat ambil video juga di slide terakhir. What do you think?
.
.
.
#yesterday #abandoned_places #abandonedamusementpark #kuningan #vantiani


126
4
3 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago


Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

Kalau kamu orang muda di Jayapura yang tertarik dengan pangan lokal dan cerita di baliknya, ini jadi kesempatan untuk belajar langsung bersama mereka di Coaching Clinic Muda Bersua(ra) Jayapura!

Acara ini GRATISSS!!!
🍳 Live cooking pangan lokal (papeda bungkus dan dadar sagu)
🍲 Makan siang bersama
πŸ“Sharing session tentang pangan lokal dari Papua
πŸ“š Kreasi food fanzine

Yuk daftar sekarang untuk orang muda Jayapura!
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura
πŸ”— bit.ly/PendaftaranCCJayapura

#suarakitapenting #mudabersuara #coachingclinic #youthforchange


663
25
4 days ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair. Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif. Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!

Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair, khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani


245
10
1 weeks ago

merasa salah satu hal yang paling berkesan saat memamerkan jurnal-jurnalnya di Special Showcase Junk-to-journals di @ykartbookfair minggu lalu adalah perasaan was was apabila orang yang tidak dikenalnya membaca tulisan-tulisan yang ada di dalam jurnal, baik dari orang lainmaupun dari dirinya sendiri. Konsep jurnal sebagai ruang aman yang diciptakannya untuk dirinya sendiri dipertaruhkan disini. Saya tidak takut penilaian orang terhadap apa yang saya tulis atau orang tulis buat saya, tapi saya tidak merasa orang perlu tahu apa model pakaian dalam favorit saya misalnya. (Ini hanya perumpamaan tentang betapa privat isi jurnalnya, bukan memang ada tulisan atau jurnal tentang itu ya!).

Setelah pameran berjalan selama tiga hari dengan jumlah pengunjung keseluruhan mencapai seribu orang (!!!), saya membayangkan ada sebanyak itu orang yang melihat, membolak-balik halaman, membaca dan menelisik jurnal-jurnal saya itu memang rasanya ruang privat ini sudah tidak lagi privat. Apakah saya menyesal melakukan ini, tentu saja tidak. Karena sebenarnya toh masih ada beberapa jurnal yang memang tidak saya pamerkan karena bahkan lebih privat lagi dari semua jurnal tersebut. Saya lebih terkejut dengan respon pengunjung yang sebagian besar tentunya bukan journaler tapi mereka ternyata sangat menyukai dan terinspirasi dengan jurnal-jurnal saya ini. Saya juga ternyata tidak kesal atau marah melihat letak halaman jurnal yang berubah bahkan lepas (karena memang sudah mau lepas sebelumnya). Catatan penting hanya satu, saya mesti hati-hati dengan informasi alamat dan nomor telepon yang ada di dalam jurnal saya.

Dan saya tentunya jauh lebih senang dan tenang memperlihatkan jurnal-jurnal ini pada sesama journaler dalam acara yang lebih kecil skalanya. Jadi setelah ini tidak ingin untuk memamerkan mereka lagi dalam acara publik seperti ini karena β€˜aku membuat ini untuk aku’ bukan untuk kamu, dia atau mereka.
.
.
.
#selfnote #junkjournals #artjournals #herfingerpower #vantiani


206
12
1 weeks ago

Dalam special showcase Junk to Journals yang diselenggarakan oleh @ykartbookfair di Langgeng Art Space bersama kak @vantiani

Palka, hadir untuk menjadi kawan, dan menemani teman-teman journal date melihat langsung bagaimana keseharian Palka dalam mengelola sisa produksi.

Dalam Pilah pilih sisa produksi, Palka dan teman-teman berbagi tentang bagaimana sisa produksi ini, nantinya akan bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan JournalingπŸ“’πŸ–‹β™»οΈ

Senang sekali telah diberi waktu untuk saling berbagi pengetahuan bagaimana memanfaatkan sisa menjadi sesuatu yang meaningful dan menyenangkan. Sampai berjumpa di kesempatan lainnya, ya!

#palkakreatif #YKABF26 #journaling #kertasdaurulang #papergoods


128
8
1 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnyatapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!

Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia, kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.

Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. πŸ˜‰


137
5
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.

Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.

Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-


449
3
2 weeks ago

Coaching Clinic hadir lagi, kali ini di Jayapura!!! 🀩✨

Ada banyak cerita, rasa, dan budaya yang selama ini jarang kita dengar.

Kalau kamu anak muda yang tertarik sama isu pangan, budaya lokal, dan storytelling kreatif, kegiatan ini buat kamu!!

πŸ“ Jayapura, Papua (lokasi akan diinformasikan setelah registrasi)
πŸ“† Sabtu, 06 Juni 2026
πŸ•› 11.00 - 17.00 WIT

✨️ GRATISSSSS!!! ✨️
Hanya untuk 30 orang tercepat.

Daftar sekarang sebelum kehabisan! πŸ‘€
bit.ly/PendaftaranCCJayapura atau klik link di bio@suarakitapenting

Tag temanmu yang fokus dan tertarik di isu pangan untuk ikut kegiatan ini! 🀩🫢🏽

#panganlokal #papua #jayapura #coachingclinic


239
3
2 weeks ago

We are collaborating with Ika Vantiani (@vantiani) for a Special Showcase highlighting Ika's exploration of junk journaling from 2021 to 2026. Inviting fellow journal enthusiasts to engage with discarded materials.

Special showcase powered by @acehousecollective &
@palkakreatif

Swipe left to get more info πŸ‘‰

#YKABF26 #booound


277
2 weeks ago

We are collaborating with Ika Vantiani (@vantiani) for a Special Showcase highlighting Ika's exploration of junk journaling from 2021 to 2026. Inviting fellow journal enthusiasts to engage with discarded materials.

Special showcase powered by @acehousecollective &
@palkakreatif

Swipe left to get more info πŸ‘‰

#YKABF26 #booound


277
2 weeks ago

We are collaborating with Ika Vantiani (@vantiani) for a Special Showcase highlighting Ika's exploration of junk journaling from 2021 to 2026. Inviting fellow journal enthusiasts to engage with discarded materials.

Special showcase powered by @acehousecollective &
@palkakreatif

Swipe left to get more info πŸ‘‰

#YKABF26 #booound


277
2 weeks ago

We are collaborating with Ika Vantiani (@vantiani) for a Special Showcase highlighting Ika's exploration of junk journaling from 2021 to 2026. Inviting fellow journal enthusiasts to engage with discarded materials.

Special showcase powered by @acehousecollective &
@palkakreatif

Swipe left to get more info πŸ‘‰

#YKABF26 #booound


277
2 weeks ago


Story Save - Best free tool for saving Stories, Reels, Photos, Videos, Highlights, IGTV to your phone.

Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!

Our advantages:

No Need to Register

Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.

Exclusive High-Quality

Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.

Accessible on All

Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.

Completely Free to Use

Absolutely no fees. Download any Story at no cost.

Frequently Asked Questions

The Instagram Stories Download feature is designed to provide a secure and high-quality method for downloading Instagram stories. It's user-friendly and doesn't require users to register or sign up. Simply copy the link, paste it, and enjoy the content.
Downloading Instagram stories is a simple process that involves three steps:
  • 1. Go to the Instagram Story Downloader tool.
  • 2. Next, type the username of the Instagram profile into the provided field and click on the Download button.
  • 3. You'll then see all the Stories that are available for the current 24-hour period. Select the ones you want and hit Download.
The selected story will be swiftly saved to your device's local storage.
Unfortunately, it is not possible to download stories from private accounts due to privacy restrictions.
There is no limit to the number of times you can use the Instagram story download service. It's available for unlimited use and is completely free.
Yes, it is legal to download and save Instagram Stories from other users, provided they are not used for commercial purposes. If you intend to use them commercially, you must obtain permission from the original content owner and credit them each time the story is used.
All downloaded stories are typically saved in the Downloads folder on your computer, whether you're using Windows, Mac, or iOS. For mobile devices, the stories are saved in the phone's storage and should also appear in your Gallery app immediately after download.