Masuk lebih dekat, dan setiap detailnya terasa seperti semesta kecil yang berbeda.
Beberapa cuplikan karya yang bisa kamu temukan di Beyond Universe penuh tekstur, warna, dan cerita di setiap sudutnya. Karya kolaborasi bersama Pelangi di Mars.
Datang dan lihat langsung di @cag.tmii
#lapalapatmii #beyonduniverse #contemporaryartgallery #artexhibition
Melabuhkan Kerentanan yang selama ini ter(A)pung
Prepare "Art is All Around #3"
di @porta_hotel
@versusxproject
@studioekonugroho
8 Mei-30 Juni 2026
#artisallaround #versusproject #rizkimaning_ #diarypesisir
berkegiatan layaknya orang biasa dan terbiasa.
berawal dari mengamati objek yang saya sukai (pelampung) bersandar di belakang kapal nelayan yang lewat depan rumah, lantas saya minta izin untuk bisa dipinjamkan. "eh diperbolehkan" (suasana hati langsung gembira) lah ini yang biasa aku jadi bahan objek karyaku. ku amati dan elaborasi dengan imajinasi akhirnya jadilah ide yang bisa saya wujudkan dalam karya yang berjudul "Autopotret Yoman" salah satu tokoh di film @pelangidimars yang dimana menjadi tokoh yang sangat unik berbeda dari tokoh yang ada di film itu.
#rizkimaning_ #pelangidimars #cagtmii

Bagaimana jika robot juga punya rasa dan imajinasi? Yoman hadir membangun dunianya sendiri, melalui simbol rumah, pelangi, dan “HOPE”.
Di ruang yang hampa, kreativitas menjadi penyelamat, mengubah kekosongan menjadi penuh makna.
Karya dari @rizkimaning_ dapat dilihat di Room 1, Contemporary Art Gallery Taman Mini Indonesia Indah
#RizkiManing #BeyondUniverse #PelangidiMars #LaPalapaTMII #ContemporaryArtGallery

Bagaimana jika robot juga punya rasa dan imajinasi? Yoman hadir membangun dunianya sendiri, melalui simbol rumah, pelangi, dan “HOPE”.
Di ruang yang hampa, kreativitas menjadi penyelamat, mengubah kekosongan menjadi penuh makna.
Karya dari @rizkimaning_ dapat dilihat di Room 1, Contemporary Art Gallery Taman Mini Indonesia Indah
#RizkiManing #BeyondUniverse #PelangidiMars #LaPalapaTMII #ContemporaryArtGallery

Bagaimana jika robot juga punya rasa dan imajinasi? Yoman hadir membangun dunianya sendiri, melalui simbol rumah, pelangi, dan “HOPE”.
Di ruang yang hampa, kreativitas menjadi penyelamat, mengubah kekosongan menjadi penuh makna.
Karya dari @rizkimaning_ dapat dilihat di Room 1, Contemporary Art Gallery Taman Mini Indonesia Indah
#RizkiManing #BeyondUniverse #PelangidiMars #LaPalapaTMII #ContemporaryArtGallery

Bagaimana jika robot juga punya rasa dan imajinasi? Yoman hadir membangun dunianya sendiri, melalui simbol rumah, pelangi, dan “HOPE”.
Di ruang yang hampa, kreativitas menjadi penyelamat, mengubah kekosongan menjadi penuh makna.
Karya dari @rizkimaning_ dapat dilihat di Room 1, Contemporary Art Gallery Taman Mini Indonesia Indah
#RizkiManing #BeyondUniverse #PelangidiMars #LaPalapaTMII #ContemporaryArtGallery

ketika harapan itu terus disuarakan dalam situasi ombang-ambing semesta, diantaranya apa? menyelamatkan.
.
Autopotret Yoman
.
Masih di Pamerkan di @cag.tmii @mahakaryapictures_
#rizkimaning_ #pelangidimars #2026 #hope #caggallery

ketika harapan itu terus disuarakan dalam situasi ombang-ambing semesta, diantaranya apa? menyelamatkan.
.
Autopotret Yoman
.
Masih di Pamerkan di @cag.tmii @mahakaryapictures_
#rizkimaning_ #pelangidimars #2026 #hope #caggallery

ketika harapan itu terus disuarakan dalam situasi ombang-ambing semesta, diantaranya apa? menyelamatkan.
.
Autopotret Yoman
.
Masih di Pamerkan di @cag.tmii @mahakaryapictures_
#rizkimaning_ #pelangidimars #2026 #hope #caggallery

ketika harapan itu terus disuarakan dalam situasi ombang-ambing semesta, diantaranya apa? menyelamatkan.
.
Autopotret Yoman
.
Masih di Pamerkan di @cag.tmii @mahakaryapictures_
#rizkimaning_ #pelangidimars #2026 #hope #caggallery
Estetika 2026 bukan lagi soal apa yang terlihat, tapi tentang apa yang tetap tinggal saat air surut. Aroma pasir dan hangat matahari terbingkai dalam ruang rindu dalam satu sudut ruang.
.
.
#diarypesisir #shoreline #rizkimaning_ #2026

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Kita sering memandang laut, tetapi jarang benar-benar membacanya.
Dalam karya-karyanya, Rizki Maulana menghadirkan laut bukan sebagai pemandangan yang tenang, melainkan sebagai ruang yang menyimpan jejak kerja, relasi, dan perubahan.
Laut dibaca sebagai ruang hidup yang terus bergerak, tempat manusia dan sistem saling berkelindan membentuk makna.
Instalasi karya Rizki Maulana dapat dilihat di Attractive Room 3
📍 Contemporary Art Gallery.
🕙 Weekday: 10.00 – 18.00
🕘 Weekend: 09.00 – 19.00
#RizkiMaulana #LaPalapaTMII #PancaronaFutura #ContemporaryArtGallery

Karya ini tumbuh dari kegelisahan yang dekat dengan keseharian—tentang ruang hidup, tentang relasi manusia dan lingkungan, tentang apa yang perlahan kita abaikan. Prosesnya panjang dan berlapis, sama seperti persoalan yang melahirkannya. Di pembukaan pameran, karya ini akhirnya bertemu banyak tubuh, banyak cerita, dan banyak sudut pandang. Kesempatan itu hadir & berterima kasih invit dari (@thezakhary). Pertemuan dengan teman-teman baru melalui obrolan singkat tentang karya satu sama lain see you (@rsznv & @dillaprb )dan orang-orang yang peduli menjadikan karya ini bukan sekadar objek, tapi ruang berbagi rasa dan kesadaran. Reflection moment terjadi dalam sesi saat narasi itu coba saya utarakan. Terima kasih telah hadir dan ikut merawat percakapan ini. 🌊🌱🛟
Pameran masih berlangsung hingga februari 2026 di @cag.tmii @cag.artbloc @tmiiofficial
See u

Karya ini tumbuh dari kegelisahan yang dekat dengan keseharian—tentang ruang hidup, tentang relasi manusia dan lingkungan, tentang apa yang perlahan kita abaikan. Prosesnya panjang dan berlapis, sama seperti persoalan yang melahirkannya. Di pembukaan pameran, karya ini akhirnya bertemu banyak tubuh, banyak cerita, dan banyak sudut pandang. Kesempatan itu hadir & berterima kasih invit dari (@thezakhary). Pertemuan dengan teman-teman baru melalui obrolan singkat tentang karya satu sama lain see you (@rsznv & @dillaprb )dan orang-orang yang peduli menjadikan karya ini bukan sekadar objek, tapi ruang berbagi rasa dan kesadaran. Reflection moment terjadi dalam sesi saat narasi itu coba saya utarakan. Terima kasih telah hadir dan ikut merawat percakapan ini. 🌊🌱🛟
Pameran masih berlangsung hingga februari 2026 di @cag.tmii @cag.artbloc @tmiiofficial
See u

Karya ini tumbuh dari kegelisahan yang dekat dengan keseharian—tentang ruang hidup, tentang relasi manusia dan lingkungan, tentang apa yang perlahan kita abaikan. Prosesnya panjang dan berlapis, sama seperti persoalan yang melahirkannya. Di pembukaan pameran, karya ini akhirnya bertemu banyak tubuh, banyak cerita, dan banyak sudut pandang. Kesempatan itu hadir & berterima kasih invit dari (@thezakhary). Pertemuan dengan teman-teman baru melalui obrolan singkat tentang karya satu sama lain see you (@rsznv & @dillaprb )dan orang-orang yang peduli menjadikan karya ini bukan sekadar objek, tapi ruang berbagi rasa dan kesadaran. Reflection moment terjadi dalam sesi saat narasi itu coba saya utarakan. Terima kasih telah hadir dan ikut merawat percakapan ini. 🌊🌱🛟
Pameran masih berlangsung hingga februari 2026 di @cag.tmii @cag.artbloc @tmiiofficial
See u

Karya ini tumbuh dari kegelisahan yang dekat dengan keseharian—tentang ruang hidup, tentang relasi manusia dan lingkungan, tentang apa yang perlahan kita abaikan. Prosesnya panjang dan berlapis, sama seperti persoalan yang melahirkannya. Di pembukaan pameran, karya ini akhirnya bertemu banyak tubuh, banyak cerita, dan banyak sudut pandang. Kesempatan itu hadir & berterima kasih invit dari (@thezakhary). Pertemuan dengan teman-teman baru melalui obrolan singkat tentang karya satu sama lain see you (@rsznv & @dillaprb )dan orang-orang yang peduli menjadikan karya ini bukan sekadar objek, tapi ruang berbagi rasa dan kesadaran. Reflection moment terjadi dalam sesi saat narasi itu coba saya utarakan. Terima kasih telah hadir dan ikut merawat percakapan ini. 🌊🌱🛟
Pameran masih berlangsung hingga februari 2026 di @cag.tmii @cag.artbloc @tmiiofficial
See u

Still Remember
.
Pantai dijejali sampah para pengagum keindahan, ritual sunyi dalam kumpulan mantra menjadi lantunan untuk menjaga pasir dari jejak lalai. Doa menjadi perlawanan lembut, janji etis dari wisata aktivitas menjarah.
@_artkaro 2025
#diarypesisir #tourism #rizkimaning_ #artkaro2025
Still Remember
.
Pantai dijejali sampah para pengagum keindahan, ritual sunyi dalam kumpulan mantra menjadi lantunan untuk menjaga pasir dari jejak lalai. Doa menjadi perlawanan lembut, janji etis dari wisata aktivitas menjarah.
@_artkaro 2025
#diarypesisir #tourism #rizkimaning_ #artkaro2025

Still Remember
.
Pantai dijejali sampah para pengagum keindahan, ritual sunyi dalam kumpulan mantra menjadi lantunan untuk menjaga pasir dari jejak lalai. Doa menjadi perlawanan lembut, janji etis dari wisata aktivitas menjarah.
@_artkaro 2025
#diarypesisir #tourism #rizkimaning_ #artkaro2025

Still Remember
.
Pantai dijejali sampah para pengagum keindahan, ritual sunyi dalam kumpulan mantra menjadi lantunan untuk menjaga pasir dari jejak lalai. Doa menjadi perlawanan lembut, janji etis dari wisata aktivitas menjarah.
@_artkaro 2025
#diarypesisir #tourism #rizkimaning_ #artkaro2025
“(…tak seperti lautan) sebab di daratan, kematian tidak pernah sebegitu dekat.”
Di darat, hidup memberi ilusi jarak—antara tubuh dan ajal, antara langkah dan akhir. Laut menyingkap kenyataan lain: bahwa hidup dan mati berlayar berdampingan. Setiap gelombang mengingatkan betapa kecilnya kehendak manusia di hadapan alam.
_Maxim Gorky, Tales of Italy, 1911
#resonansi #dialogresonansi

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡

Pembukaan TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? berlangsung hangat. Para pengunjung menyimak bagaimana para seniman membaca ulang perubahan di pesisir dan desa—tentang hidup yang terdesak dan hubungan manusia–alam yang kian rapuh.
Pertunjukan @w.k.y.p dengan kisah Dewa Ruci hadir sebagai jeda yang selaras, mengikat suasana ruang dan karya. ✨
Pameran ini mengajak kita melihat “sisa” sebagai penanda; jejak perubahan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Sebagai lanjutan, Sesi Bedah Karya 🪄 bersama seniman dan penulis akan diadakan pada Jum’at, 28 November 2025, pukul 16.00 WIB 📍 di tempat KITA. 👌🏻
Dialog terbuka untuk publik—mengikuti resonansi dari karya, praktik dan wacana yang dibangun. 🤗
---
The opening of TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A? was warm and attentive. Visitors heard the artists reflect on subtle shifts in coastal and rural communities—how daily life is changing, and how connections with the environment are growing uncertain.
Midway through the evening, @w.k.y.p Dewa Ruci performance offered a reflective pause, linking the ambience of the joglo with the artworks on display. 🌌
The exhibition asks us to see “remnants” as markers—traces of change that often go unnoticed.
Continuing the convo, an artist and writer talk session 🤔 will be held on Friday, 28 November 2025 at 16.00 WIB 📍 at tempat KITA. 🤓
An open dialogue for the public, extending the resonances of the works and the ideas behind them. ⚡
Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.

Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.
Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.

Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.

Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.

Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.
Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.
Di pesisir, di ladang, dan di lanskap yang terus berubah, “sisa” bukan akhir—melainkan penanda tentang apa yang pernah hidup dan masih bergerak.
RESONANSI membuka edisi perdananya lewat “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, membaca ulang jejak yang tertinggal dan kemungkinan baru dari yang bergerak.
Pembukaan, Senin 24/11/2025 • 15.30
di Tempat KITA (gmap)
Penampil @w.k.y.p
didukung oleh @pomintos
Publik diundang untuk hadir, berpartisipasi, dan turut membangun resonansi gagasan yang mengalir sepanjang program.
---
Along the coast, across the fields, and within shifting landscapes, “remnants” are not an ending—
but markers of what once lived and continues to move.
RESONANSI opens its inaugural edition with “TAK ADA YANG SI(S)A–SI(S)A?”, revisiting what has been left behind and the new possibilities that emerge from what is still in motion.
Opening • Monday, 24/11/2025 • 15:30
at Tempat KITA
The public is invited to attend, take part, and contribute to the resonance of ideas that will unfold throughout the program.
Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!
Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.
Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.
Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.
Absolutely no fees. Download any Story at no cost.