Instagram Logo

whiteboardjournal

whiteboardjournal

A concise publication on People, Culture, & Ideas.
#whiteboardjournal

10.1K
posts
387
followers
219.2K
following

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago


Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago


Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Di balik keramaian Jakarta Selatan, @bartigajkt menjadi tempat di mana koleksi piringan hitam dan obrolan yang dalam ditemukan. Terletak di basement Darmawangsa Square, Bartiga dirancang dengan sistem akustik high-fidelity yang memungkinkan penikmat bar bisa berbincang tanpa harus berteriak, membuat suasana yang pas untuk ngobrol, atau sekadar nongkrong santai di bar.

Lebih dari itu, Bartiga mempersembahkan Jakarta x Tokyo Connections (JTC), seri pertukaran musik dan budaya yang menghubungkan Jakarta dan Tokyo. Seri ini mendorong kolaborasi, dialog antar kota, dan koneksi yang bermakna antara para seniman, DJ, dan komunitas kreatif dari kedua kota. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan kolektif dan ruang kreatif Jepang, serta mendukung proyek-proyek yang bermanfaat bagi kedua komunitas.

Edisi pertama Jakarta x Tokyo Connections (JTC) hadir pada malam pembukaan Bartiga April lalu bersama @dj_muro (Takayoshi Murota). Dikenal sebagai King of Diggin’ karena kemampuannya memadukan funk, jazz, boogie, irama Latin, dan hip-hop, ia juga memandu program radio ‘King of Diggin’’ di Tokyo FM.

Jauh sebelum ada di radio, seri ini adalah seri pertama yang dikembangkan Muro saat ia memulai kariernya di bidang mixtape. Awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi piringan hitam untuk kesenangan semata saat masih SMP, namun hobi ini akhirnya membawa Muro ke karier seumur hidup.


877
5
1 weeks ago

Today marks 27 years since the Volunteers Team for Humanity (or Tim Relawan untuk Kemanusiaan) found that there were 152 victims of mass rape in the period of 13–15 May 1998.⁠

In this Open Column submission, Hana Anandira contends that sexual harassment against women in the workplace is inseparable from the patriarchal norms that enable unaccountable conflict resolution, and how the institutionalized misogynistic work of neutralizing violence against working women is made apparent through the depoliticization of Marsinah’s murder.⁠

Read the rest of the submission on our website, or through the link in bio.⁠
#OpenColumn #Column


1K
2
1 weeks ago


EEE A 🔀 flip it around 🔀 AE‼️👀

YUP! We are on a look for: an AE (Account Executive, that is) 💻💻💻🎉

If you feel like you’re, besides many things written above: a person who’s ready to put batten down the hatches, maybe it’s your call 📞☎️ A #doomscroller with a will to contribute in making profitable ideas is a 10/10 in our books 🎯📚

Send us your CV and portfolio to careers@whiteboardjournal.com and edo@studio-1212.com with the email subject: “AE - [YOUR NAME]”

#WBJHiring


531
1
1 months ago

EEE A 🔀 flip it around 🔀 AE‼️👀

YUP! We are on a look for: an AE (Account Executive, that is) 💻💻💻🎉

If you feel like you’re, besides many things written above: a person who’s ready to put batten down the hatches, maybe it’s your call 📞☎️ A #doomscroller with a will to contribute in making profitable ideas is a 10/10 in our books 🎯📚

Send us your CV and portfolio to careers@whiteboardjournal.com and edo@studio-1212.com with the email subject: “AE - [YOUR NAME]”

#WBJHiring


531
1
1 months ago

EEE A 🔀 flip it around 🔀 AE‼️👀

YUP! We are on a look for: an AE (Account Executive, that is) 💻💻💻🎉

If you feel like you’re, besides many things written above: a person who’s ready to put batten down the hatches, maybe it’s your call 📞☎️ A #doomscroller with a will to contribute in making profitable ideas is a 10/10 in our books 🎯📚

Send us your CV and portfolio to careers@whiteboardjournal.com and edo@studio-1212.com with the email subject: “AE - [YOUR NAME]”

#WBJHiring


531
1
1 months ago

EEE A 🔀 flip it around 🔀 AE‼️👀

YUP! We are on a look for: an AE (Account Executive, that is) 💻💻💻🎉

If you feel like you’re, besides many things written above: a person who’s ready to put batten down the hatches, maybe it’s your call 📞☎️ A #doomscroller with a will to contribute in making profitable ideas is a 10/10 in our books 🎯📚

Send us your CV and portfolio to careers@whiteboardjournal.com and edo@studio-1212.com with the email subject: “AE - [YOUR NAME]”

#WBJHiring


531
1
1 months ago

“Because what feminism? You don't need to read books to be a feminist. When you are born in a poor family, then you become a feminist because you are oppressed by class, by patriarchy.” - Nawal El Saadawi⁠

In this Open Column submission, Ruth Maria Artauli Purba writes a personal reflection on how growing up in a patriarchal household drove her to feminism since her younger years.⁠

Read the rest of her writing on our website, or through the link in bio.⁠
#OpenColumn #Column


96
2
15 minutes ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago


Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Setelah kebut-kebutan dengan keseharian, Sabtu malam lalu gue memutuskan untuk ikut kebut-kebutan di pesta rilis split album BASTED x Gravepile di Rossi Musik Fatmawati.

Sempat mengira datangnya gue tidak on time, tapi ternyata sudah ada Zabogart yang menyapa. Setelahnya, naiklah GUDANGXGARAM (@good_x_grind), B.U.R.I.E.D. (@buriedviolence), dan Negatifa sebelum ditutup oleh Gravepile (@gravepilepv) dan BASTED (@bastedprogramme). Sekelarnya mereka, ternyata acara sudah selesai. Untungnya tidak terlalu malam (namanya juga power violence).

Ngomong-ngomong @negatifa.violence, setahunan yang lalu di tempat yang sama merupakan panggung pertama Negatifa, yang sayangnya tidak sempat gue hadiri. Tapi ternyata rasa bersenang-senang, peliket, keringetan, pengap-pengap, dan chaos-chaosnya semua gue bayar tuntas setahun kemudian di release party @bastedprogramme x @gravepilepv ini, yang bisa gue nobatkan jadi salah satu show paling seru di 2026. Terima kasih @aparatmati, 021 Power Violence! 🔥


684
5
1 hours ago

Haruomi Hosono akan segera merilis album terbarunya, Yours Sincerely, album pertama yang akan dirilis setelah 7 tahun dan studio LP ke-23 miliknya.

Album ini akan dirilis melalui Ghostly International. Dalam unggahannya di Instagram, Hosono menyatakan bahwa judul album ini dipilih sebagai lanjutan dari album Hochono House, yang dirilis pada tahun 2019, dan masih terinspirasi dari upayanya mengekspresikan konsep Jepang omoiyari (思い遣り) ke dalam bahasa Inggris.

Hosono pun menjelaskan bahwa omoiyari memiliki makna asli ‘menderita bersama.’ Namun, dalam bahasa Jepang, kata itu juga bisa berarti ‘bersukacita bersama.’ Satu kata, namun artinya terasa berlawanan dimensi emosionalnya, tergantung dilihat dari sudut pandang mana.

“I am now 78 years old, but from here on, I feel a growing curiosity toward the unknown music that my new self will create, while also embracing the music of my former self—as if I now carry two musical worlds within me,” tambahnya pada caption Instagram tersebut.

Album Yours Sincerely akan menampilkan 10 tracks dan dikerjakan selama dua tahun sebagai album baru pertama Hosono dalam tujuh tahun terakhir, dengan aransemen yang mencakup folk dan avant-pop.

Akhir tahun ini, Hosono akan tampil dalam dua konser bersama Toro y Moi sebagai bagian dari tur promosi album tersebut, yakni di Radio City Music Hall, New York pada 16 September, dan di Greek Theatre, Los Angeles pada 20 September.

Yours Sincerely karya Haruomi Hosono akan dirilis pada 11 September 2026 mendatang.

📸: Masahiro Handa


139
3
4 hours ago

8 months after his performance in Bali, @vegynvegyn is back in Indonesia and he’s heading to JAKARTA? 📍🏙️

Vegyn yang memiliki nama lengkap Joseph Winger Thornalley akan kembali menampilkan live set-nya di Indonesia. Sempat beberapa kali ke Bali, sekarang ia akan bermain di Jakarta.

Terakhir kali ia ke Indonesia, Vegyn memperkenalkan Headache, proyek musiknya yang paling baru dengan show bertajuk In One Ear and Out The Other. Headache pun telah merilis beberapa karya. Album pertamanya The Head Hurts but the Heart Knows the Truth di tahun 2023, 2 tahun kemudian, ia merilis album Thank You for Almost Everything. Lirik dari lagu-lagu oleh Headache ditulis oleh Francis Hornsby Clark yang dianggap semi-anonymous, dan bahkan ada kemungkinan kalau Clark sebenarnya adalah tokoh fiksi.

Mengutip dari Rolling Stone, Vegyn menjadi sosok yang dihormati di dunia musik. “Vegyn’s career is one of the most impressive in modern music, distinguished by collaboration, style, and a fair amount of mystery.”

Perspektif ini selalu memutari nama Vegyn karena musiknya yang penuh kolaborasi dengan nama besar seperti Frank Ocean, di mana ia menjadi produser untuk album Blonde dan Endless.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, Vegyn mulai membuat musik di Bandcamp setelah tumbuh besar di Kilburn, barat laut London, sebagai anak dari produser musik Phil Thornalley yang kreditnya mencakup The Cure, Pixie Lott, dan ‘Torn’ milik Natalia Imbruglia.

Namanya pun terkenal di kalangan hip-hop dengan karya-karyanya yang mencakup lagu-lagu bersama rapper seperti Travis Scott dan JPEGMAFIA, juga grup rap eksperimental Inggris milik Dean Blunt yaitu Babyfather, dan juga berkolaborasi dengan John Glacier, ikonoklas Inggris yang sedang berkembang, yang tampil dalam album Vegyn, The Road to Hell Is Paved with Good Intentions.

Vegyn akan tampil pada 12 Juni mendatang di ZODIAC Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai event ini, kamu bisa cek melalui @zodiacjakarta.

📸: Joshua Gordon


1.7K
24
22 hours ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

It has been a few days since we ended our trip to Singapore International Festival of Arts 2026 (@sifa_sg), and honestly, it changed our perspective of theatre and the body movement completely.

We started our trip by visiting the Festival Village, the heart of the festival, an open air space showcasing performances throughout the evening. This area is where people can wander around for free. Here, we find ourselves watching Makan Culture performance by @jodecro, an interactive play where the audiences are invited to be a part of the show, and where we can actually “makan.” This concept gives the show a room for a dynamic story, since how the audience reacts will be different in each one.

On the second day, we were mesmerized by the grandeur of the theatre production, Lacrima by @caroline_guiela_nguyen, which sadly is only available to watch on the first week of SIFA 2026. Lacrima explores the way an haute couture fashion house operates when the Princess of England commissioned a French fashion house for a wedding dress. Through this lens, it discovers the ungenial practices of labor in the fashion industry, and how it affects embroiderers from the Global South and developing nations. At the very edge of our seat, we question ourselves at the end: Is it all there is to life? Just work and unfair labor?

There are so many things happening at SIFA 2026 that an Instagram caption couldn’t bear the amount of characters we are trying to type. More of our experiences at @sifa_sg coming really soon!

Singapore International Festival of Arts 2026 is still happening until the 30th of May 2026. For more information about the event, head to sifa.sg or @sifa_sg.


231
1 days ago

Menurut keterangan dari panitia misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada hari Rabu (20/05) dini hari, pasukan tentara Israel telah mencegat kapal yang menuju ke Gaza.

Dilansir dari artikel BBC oleh Farida Susanty pagi hari ini, sebanyak 9 WNI yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan telah ditangkap. Sebelumnya pada hari Senin (18/05) Israel telah menangkap 5 WNI yang di antaranya adalah jurnalis Bambang Noroyono (Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo). Mereka tersebar ke dalam 2 kapal, kapal Boralize dan kapal Ozgurluk.

Panitia Global Sumud Flotilla 2.0 pun memberikan keterangan bahwa sebanyak 428 warga sipil yang tak bersenjata dari 40 negara telah diculik oleh militer Israel. Sebanyak lebih dari 50 kapal telah dicegat di perairan dekat Siprus, Mediterania Timur.

Melalui pernyataan sikap, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menegaskan bahwa penangkapan jurnalis saat mereka sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan di perairan internasional adalah pelanggaran yang serius terhadap kebebasan pers dan hukum internasional. Republika dan Tempo juga telah mengonfirmasi bahwa jurnalis mereka berada dalam rombongan relawan Global Sumud Flotilla.

Beberapa dari WNI yang berada dalam kapal-kapal yang dicegat sebelumnya telah mengirim video sebelum komunikasi terputus. Mengutip Tempo (18/05), Andre Prasetyo Nugroho yang merupakan jurnalis untuk Tempo TV telah mengirim pesan 53 detik kepada tim Global Peace Convoy Indonesia.

“Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini, tandanya saya telah ditangkap oleh rezim Zionis Israel,” ujar Andre.

Situasi di lapangan masih dinamis dan selalu ada pembaruan tiap saatnya. Kementerian Luar Negeri Indonesia pun mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut untuk membebaskan seluruh awak serta kapal yang dicegat di perairan Mediterania Timur. Saat ini, Kemenlu telah berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo dan Amman untuk langkah-langkah perlindungan dan percepatan pemulangan para relawan.

📸: Liputan6.com/Nanda Farikh Ibrahim


2.2K
12
1 days ago

Film Sci-Fi Thriller yang disutradarai oleh Na Hong-jin berjudul Hope akhirnya ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Cannes ke-79.

Film yang menjadi bagian dari ke bagian kompetisi festival ini ditayangkan resmi di Grand Théâtre Lumière tanggal 17 Mei kemarin dengan antusiasme tinggi dan ditonton oleh lebih dari 2.300 penonton, dan mendapatkan standing ovation selama 7 menit. Hope berkompetisi dengan 21 film lainnya di Cannes.

Dengan budget yang besar, Hope memadukan kisah perjuangan bertahan hidup di tengah-tengah invasi alien. Tidak terbatas pada alien, film ini juga menampilkan monster, aksi kejar-kejaran dengan kuda, dan baku tembak. Belum ada yang tahu secara detail mengenai plot dalam film ini, namun film ini sudah mendapatkan title “Cannes’ craziest movie.”

Sinopsis dari film ini menceritakan tentang desa terpencil bernama Hope Harbor, Korea Selatan, kepala polisi Bum-seok (diperankan oleh Hwang Jung-min) dan rekannya, petugas Sung-ae (Hoyeon), dipanggil untuk menyelidiki kemunculan makhluk misterius yang telah menebar teror dan kekacauan di tengah kehidupan warga.

Film ini dibintangi oleh Michael Fassbender dan Alicia Vikander yang berperan sebagai makhluk luar angkasa yang hidup di tengah-tengah manusia di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea. Film ini juga akan diperankan oleh aktor Korea, di antaranya Hwang Jung‑min, Zo In‑sung, dan Jung Ho‑yeon.

Setelah pemutaran ini pun, Neon mengunggah teaser film Hope dan sudah ada kemungkinan sekuel film ini akan dibuat. Dilansir dari Variety, Na Hong-jin mengatakan: “So if I have the opportunity, I would indeed make a sequel if possible.”

Hope menjadi karya film panjang pertama Na Hong-jin 8 tahun setelah The Wailing. Neon akan merilis film ini di Amerika Serikat pada musim gugur, meski tanggal tayang pastinya belum diumumkan.

📹: Neon


8.3K
56
1 days ago

Ke mana? Ke mana? Ke mana? 🙎‍♀️🙎‍♂️🙎🏡

DEPOC🇳🇱atau malah PADEPOKAN🙏 apa pun sejarah namanya, dan di balik sejarahnya sebagai epicentrum berbagai historical events (for better or for worse?), banyak lagu-lagu yang worthy untuk kita dengarkan (terlebih setelah mendengar lagu lampu merah Margonda🚥 )🚗🚙🚛

Dengarkan lagu-lagu asli D🌟E🌟P🌟O🌟K hanya di profil Apple Music kami, atau via link in bio.

#W_Music #W_SOTW


1.2K
25
2 days ago

Unit indie rock Australia @vacationsband_ baru saja merilis single utama ‘Holy Grail’ beserta musik videonya untuk menyambut album terbaru mereka, Pursuit of Anything.

Album ini menggambarkan titik balik yang membingungkan dan seringkali kontradiktif dalam proses tumbuh dewasa. Konsep pemikiran ini didapatkan oleh vokalis Campbell Burns, dalam perjalanannya dari Newcastle, Australia, ke Los Angeles, dan New York yang membuatnya terjepit di antara ambisi dan kehidupan yang lebih tradisional yang berlangsung di kampung halamannya.

Ditulis oleh bersama-sama dan diproduksi oleh Burns, album ini menampilkan Vacations sebagai kekuatan kreatif yang utuh, sekaligus mengeksplorasi bagaimana mereka masing-masing menjalani kehidupan yang berbeda namun berbagi pengalaman bersama, semua dalam “pencarian” mereka sendiri.

Di-mix oleh Beatriz Artola yang sebelumnya juga berada di balik proses musik untuk band seperti Geese dan Caamp, album ini memiliki suara yang lebih rumit, kaya, tapi juga luas secara emosional.

Single ‘Holy Grail’ terinspirasi dari Zoom meeting menegangkan yang dilakukan Vacations tahun lalu.

“We were in this period of wanting to write and record new material, but then also being stuck in a loop of unsustainable touring. So many people I know have devoted their entire lives to music, and yet, at times it can feel as if you’re in pursuit of anything just to make it work for you,” ujar Burns.

Selain album baru, Vacations juga akan membawa single ‘Holy Grail’ ke Asia Tenggara pada bulan Juli ini, dengan serangkaian penampilan live di Indonesia, Filipina, Singapura, dan Malaysia, menandai kepulangan band yang sudah lama ditunggu-tunggu ke kawasan ini.

Album Pursuit of Anything akan dirilis pada 2 Oktober 2026 melalui Nettwerk di semua platform streaming digital. Vacations akan tampil secara live di Jakarta di Mbloc Live House pada 9 Juli 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai album Pursuit of Anything dan tiket konser mereka, kamu bisa cek melalui @vacationsband_.


245
3
2 days ago


Story Save - Best free tool for saving Stories, Reels, Photos, Videos, Highlights, IGTV to your phone.

Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!

Our advantages:

No Need to Register

Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.

Exclusive High-Quality

Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.

Accessible on All

Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.

Completely Free to Use

Absolutely no fees. Download any Story at no cost.

Frequently Asked Questions

The Instagram Stories Download feature is designed to provide a secure and high-quality method for downloading Instagram stories. It's user-friendly and doesn't require users to register or sign up. Simply copy the link, paste it, and enjoy the content.
Downloading Instagram stories is a simple process that involves three steps:
  • 1. Go to the Instagram Story Downloader tool.
  • 2. Next, type the username of the Instagram profile into the provided field and click on the Download button.
  • 3. You'll then see all the Stories that are available for the current 24-hour period. Select the ones you want and hit Download.
The selected story will be swiftly saved to your device's local storage.
Unfortunately, it is not possible to download stories from private accounts due to privacy restrictions.
There is no limit to the number of times you can use the Instagram story download service. It's available for unlimited use and is completely free.
Yes, it is legal to download and save Instagram Stories from other users, provided they are not used for commercial purposes. If you intend to use them commercially, you must obtain permission from the original content owner and credit them each time the story is used.
All downloaded stories are typically saved in the Downloads folder on your computer, whether you're using Windows, Mac, or iOS. For mobile devices, the stories are saved in the phone's storage and should also appear in your Gallery app immediately after download.