Forum Konservasi Leuser
FKL is an Indonesia-based conservation NGO committed to the ground protection of the Leuser Ecosystem in Aceh Province. #saveleuserecosystem
Terus menginspirasi...!!!
Kegiatan edukasi dan mitigasi bencana ke sekolah MIN 2 Aceh Tamiang.
Hal ini kami lakukan guna memberikan bekal pada generasi muda negeri ini bahwa pentingnya menjaga hutan dan satwa liar adalah kunci untuk merawat alam, memberi payadartahuan bahwa merusak alam sama saja mengundang bencana datang kembali.
Salam lestari🌿
Salam konservasi 🌿
#leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser

22 Mei 2026 — Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Mari kembali mengingat bahwa hutan tidak pernah hidup sendirian. Di dalamnya ada begitu banyak kehidupan yang saling mengisi, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk bertahan.
Di Kawasan Ekosistem Leuser, banyak orang terus berjalan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan itu tetap ada. Menyusuri hutan, memantau satwa liar, tangan-tangan petani yang merestorasi kawasan rusak, hingga tim yang terus mengedukasi generasi masa depan tentang pentingnya alam. Perlahan, hutan yang sempat rusak mulai kembali tumbuh, jejak satwa kerap menjadi potret dan catatan perjalanan tim patroli, sementara suara burung-burung langka kembali terdengar dari dalam lapisan hutan.
Mari terus menguatkan komitmen untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga habitat, dan memberi ruang bagi setiap kehidupan untuk tetap bertahan. Karena menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menyelamatkan satwa liar, tetapi tentang menjaga keseimbangan kehidupan itu sendiri.
Harmony with Nature is not an idea. It is a responsibility.
Untuk cerita lebih banyak tentang perjalanan menjaga Kawasan Ekosistem Leuser, ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#LeuserEcosystem #FKL #Leuser
Salam #Kawanleuser
.
.
SPTN Wilayah III Blangkejeren melaksanakan sosialisasi Bina Cinta Alam (Visit to School) ke SMP Negeri 1 Putri Betung dan SMA Negeri 1 Putri Betung.
#bbtngl
#dirjenksdae
#kemenhut

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation

Behind every achievement, there is ongoing collaboration. 🤝
Aceh is the poorest province in Sumatra. Nearly one in six people live below the poverty line — and for most rural families in Aceh, there is little factory, industrial corridor, and office job available. Around 240,000 smallholder families depend on oil palm as their sources of livelihood. These are families who planted what the market offered them, because it was the only reliable path out of poverty. But when yields are low and income is thin, the only rational response is to farm more land. That is how poverty becomes deforestation.
Through collaboration between farmers, government, NGO, private sector partners and Forum Konservasi Leuser (FKL), various efforts continue to strengthen production governance at the local level. These include facilitating e-STDB and SPPL registration, GAP training, RSPO awareness programs, and the development of the farmer training center as a shared learning space for farmers and field facilitators.
These efforts have helped expand community access to national digital systems, technical assistance, and local capacity building. They have given farmers a legal identity for their land, making their produce traceable and deforestation-free. Furthermore, GAP training has improved yields without the need to expand into forest.
This is not about expanding oil palm. It is about ensuring that the families who live beside the Leuser Ecosystem have a real path forward. One that does not cost the forest its future.
For more information, follow our journey at leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Sustainability #FKL #Aceh #conservation
Pemetaan kemajuan restorasi dilakukan di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, pada 21–24 April 2026.
Tim Forum Konservasi Leuser melakukan pengambilan citra udara untuk memantau perkembangan area restorasi di empat desa—Pengidam, Batu Bedulang, Pantai Cempa, dan Bengkelang, yang dikenal sebagai kawasan Sangkapane. Kegiatan restorasi ini dilakukan dengan kolaborasi bersama KPH VII,DLHK Aceh dan masyarakat. Kegiatan restorasi dilakukan dengan metode agroforestry.
Melalui metode agroforestry, petani lokal membuktikan bahwa lahan produktif dan hutan yang sehat bisa tumbuh berdampingan.
Pemantauan ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses restorasi berjalan sesuai rencana dan kondisi di lapangan dapat terus dipantau secara berkala. Citra udara juga membantu melihat perubahan lanskap secara lebih utuh dari waktu ke waktu.
Karena pemulihan hutan tidak berhenti di penanaman, tapi pada bagaimana kawasan ini terus dipantau dan dijaga.
Terus ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#leuserecosystem #fkl #restoration

Upaya mitigasi konflik satwa gajah dan manuisa terus dilakukan di lanskap Aceh Timur.
Dua hari terakhir personil BKSDA Aceh bersama Tim LRT Forum Konservasi Leuser berhasil melakukan pemasangan GPS Collar (Kalung GPS) pada dua individu gajah sumatra jantan liar di dua hari yang berbeda. Pemasangan pertama hari senin 10 Mei 2026 di wilayah Sumber Mulia dan 11 Mei 2026 Peunaron, Aceh Timur.
Tujuan pemasangan ini untuk membantu tim memantau pola jelajah gajah secara real-time serta dapat meredam potensi konflik satwa dengan masyarakat setempat. Diketahui salah satu individu sering kedapatan memasuki area perkebunan warga. Dengan adanya pemantauan ini, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan aman bagi personil/petugas dan satwa.
Kolaborasi antara BKSDA Aceh dan FKL adalah bentuk upaya dalam menjaga ruang hidup gajah sumatra yang semakin hari kian menghadapi tekanan penyempitan habitat.
Karena menjaga habitat gajah sumatra tetap pada ruang hidupnya Kawasan Ekosistem Leuser berarti menjaga hutan Leuser. Ikuti terus perajalanan kami di Leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Gajahsumatra #Konservasileuser #FKL

Upaya mitigasi konflik satwa gajah dan manuisa terus dilakukan di lanskap Aceh Timur.
Dua hari terakhir personil BKSDA Aceh bersama Tim LRT Forum Konservasi Leuser berhasil melakukan pemasangan GPS Collar (Kalung GPS) pada dua individu gajah sumatra jantan liar di dua hari yang berbeda. Pemasangan pertama hari senin 10 Mei 2026 di wilayah Sumber Mulia dan 11 Mei 2026 Peunaron, Aceh Timur.
Tujuan pemasangan ini untuk membantu tim memantau pola jelajah gajah secara real-time serta dapat meredam potensi konflik satwa dengan masyarakat setempat. Diketahui salah satu individu sering kedapatan memasuki area perkebunan warga. Dengan adanya pemantauan ini, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan aman bagi personil/petugas dan satwa.
Kolaborasi antara BKSDA Aceh dan FKL adalah bentuk upaya dalam menjaga ruang hidup gajah sumatra yang semakin hari kian menghadapi tekanan penyempitan habitat.
Karena menjaga habitat gajah sumatra tetap pada ruang hidupnya Kawasan Ekosistem Leuser berarti menjaga hutan Leuser. Ikuti terus perajalanan kami di Leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Gajahsumatra #Konservasileuser #FKL

Upaya mitigasi konflik satwa gajah dan manuisa terus dilakukan di lanskap Aceh Timur.
Dua hari terakhir personil BKSDA Aceh bersama Tim LRT Forum Konservasi Leuser berhasil melakukan pemasangan GPS Collar (Kalung GPS) pada dua individu gajah sumatra jantan liar di dua hari yang berbeda. Pemasangan pertama hari senin 10 Mei 2026 di wilayah Sumber Mulia dan 11 Mei 2026 Peunaron, Aceh Timur.
Tujuan pemasangan ini untuk membantu tim memantau pola jelajah gajah secara real-time serta dapat meredam potensi konflik satwa dengan masyarakat setempat. Diketahui salah satu individu sering kedapatan memasuki area perkebunan warga. Dengan adanya pemantauan ini, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan aman bagi personil/petugas dan satwa.
Kolaborasi antara BKSDA Aceh dan FKL adalah bentuk upaya dalam menjaga ruang hidup gajah sumatra yang semakin hari kian menghadapi tekanan penyempitan habitat.
Karena menjaga habitat gajah sumatra tetap pada ruang hidupnya Kawasan Ekosistem Leuser berarti menjaga hutan Leuser. Ikuti terus perajalanan kami di Leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Gajahsumatra #Konservasileuser #FKL

Upaya mitigasi konflik satwa gajah dan manuisa terus dilakukan di lanskap Aceh Timur.
Dua hari terakhir personil BKSDA Aceh bersama Tim LRT Forum Konservasi Leuser berhasil melakukan pemasangan GPS Collar (Kalung GPS) pada dua individu gajah sumatra jantan liar di dua hari yang berbeda. Pemasangan pertama hari senin 10 Mei 2026 di wilayah Sumber Mulia dan 11 Mei 2026 Peunaron, Aceh Timur.
Tujuan pemasangan ini untuk membantu tim memantau pola jelajah gajah secara real-time serta dapat meredam potensi konflik satwa dengan masyarakat setempat. Diketahui salah satu individu sering kedapatan memasuki area perkebunan warga. Dengan adanya pemantauan ini, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan aman bagi personil/petugas dan satwa.
Kolaborasi antara BKSDA Aceh dan FKL adalah bentuk upaya dalam menjaga ruang hidup gajah sumatra yang semakin hari kian menghadapi tekanan penyempitan habitat.
Karena menjaga habitat gajah sumatra tetap pada ruang hidupnya Kawasan Ekosistem Leuser berarti menjaga hutan Leuser. Ikuti terus perajalanan kami di Leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Gajahsumatra #Konservasileuser #FKL

Upaya mitigasi konflik satwa gajah dan manuisa terus dilakukan di lanskap Aceh Timur.
Dua hari terakhir personil BKSDA Aceh bersama Tim LRT Forum Konservasi Leuser berhasil melakukan pemasangan GPS Collar (Kalung GPS) pada dua individu gajah sumatra jantan liar di dua hari yang berbeda. Pemasangan pertama hari senin 10 Mei 2026 di wilayah Sumber Mulia dan 11 Mei 2026 Peunaron, Aceh Timur.
Tujuan pemasangan ini untuk membantu tim memantau pola jelajah gajah secara real-time serta dapat meredam potensi konflik satwa dengan masyarakat setempat. Diketahui salah satu individu sering kedapatan memasuki area perkebunan warga. Dengan adanya pemantauan ini, langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan aman bagi personil/petugas dan satwa.
Kolaborasi antara BKSDA Aceh dan FKL adalah bentuk upaya dalam menjaga ruang hidup gajah sumatra yang semakin hari kian menghadapi tekanan penyempitan habitat.
Karena menjaga habitat gajah sumatra tetap pada ruang hidupnya Kawasan Ekosistem Leuser berarti menjaga hutan Leuser. Ikuti terus perajalanan kami di Leuser.or.id
#LeuserEcosystem #Gajahsumatra #Konservasileuser #FKL

We’re Hiring – Staf Mitigasi Konflik Satwa di Bagian Leuser Selatan 🌿
Halo Sahabat Leuser!
Forum Konservasi Leuser (FKL) kembali membuka kesempatan bagi kamu untuk bergabung pada posisi Staf Mitigasi Konflik Satwa Bagian Leuser Selatan, penempatan di Aceh Selatan dengan scope pekerjaan mencakup seluruh Kawsan Ekositem Leuser (KEL).
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi lingkungan. Siapkan berkas terbaikmu dan segera mendaftar!
Ikuti perkembangan kami, silakan kunjungi Leuser.or.id
#LowonganKerja #FKL #AcehSelatan #FieldStaff #InfoLokerAceh

We’re Hiring – Staf Mitigasi Konflik Satwa di Bagian Leuser Selatan 🌿
Halo Sahabat Leuser!
Forum Konservasi Leuser (FKL) kembali membuka kesempatan bagi kamu untuk bergabung pada posisi Staf Mitigasi Konflik Satwa Bagian Leuser Selatan, penempatan di Aceh Selatan dengan scope pekerjaan mencakup seluruh Kawsan Ekositem Leuser (KEL).
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi lingkungan. Siapkan berkas terbaikmu dan segera mendaftar!
Ikuti perkembangan kami, silakan kunjungi Leuser.or.id
#LowonganKerja #FKL #AcehSelatan #FieldStaff #InfoLokerAceh

We’re Hiring – Supervisor Mitigasi Satwa Bagian Selatan Leuser🌿
Halo Sahabat Leuser!
Forum Konservasi Leuser (FKL) kembali membuka kesempatan bagi kamu untuk bergabung pada posisi Supervisor Mitigasi Satwa Bagian Selatan Leuser, penempatan di Aceh Selatan dengan scope pekerjaan mencakup seluruh Kawsan Ekositem Leuser (KEL).
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi lingkungan. Siapkan berkas terbaikmu dan segera mendaftar!
Ikuti perkembangan kami, silakan kunjungi Leuser.or.id
#LowonganKerja #FKL #AcehSelatan #FieldStaff #InfoLokerAceh

We’re Hiring – Supervisor Mitigasi Satwa Bagian Selatan Leuser🌿
Halo Sahabat Leuser!
Forum Konservasi Leuser (FKL) kembali membuka kesempatan bagi kamu untuk bergabung pada posisi Supervisor Mitigasi Satwa Bagian Selatan Leuser, penempatan di Aceh Selatan dengan scope pekerjaan mencakup seluruh Kawsan Ekositem Leuser (KEL).
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi lingkungan. Siapkan berkas terbaikmu dan segera mendaftar!
Ikuti perkembangan kami, silakan kunjungi Leuser.or.id
#LowonganKerja #FKL #AcehSelatan #FieldStaff #InfoLokerAceh

Both look green… but only one is a real forest 👀
This land used to be a palm oil plantation. Today, it’s a thriving forest.
15,240 trees planted in partnership with FKL 🌳 And we let nature do the rest.
In just over a decade, the landscape recovered.
Help more forests come back – download Ecosia 💚
#reforestation #indonesia #rewilding #palmoil #deforestation

Both look green… but only one is a real forest 👀
This land used to be a palm oil plantation. Today, it’s a thriving forest.
15,240 trees planted in partnership with FKL 🌳 And we let nature do the rest.
In just over a decade, the landscape recovered.
Help more forests come back – download Ecosia 💚
#reforestation #indonesia #rewilding #palmoil #deforestation

Both look green… but only one is a real forest 👀
This land used to be a palm oil plantation. Today, it’s a thriving forest.
15,240 trees planted in partnership with FKL 🌳 And we let nature do the rest.
In just over a decade, the landscape recovered.
Help more forests come back – download Ecosia 💚
#reforestation #indonesia #rewilding #palmoil #deforestation

PELUANG KONTRIBUSI UNTUK LINGKUNGAN: Tender Terbuka Penanaman Manggrove
Halo Sahabat Konservasi!
Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam tender terbuka Pekerjaan Penanaman Mangrove dengan wilayah kerja di Aceh Tamiang
Kami mengundang BUMDes, Koperasi Desa, maupun Kelompok Kerja setempat untuk mendaftarkan diri
🗓️ Masa Pendaftaran Hingga 07 Mei 2026 Pukul 17.00 WIB
Ayo, ambil peran dalam memulihkan ekosistem mangrove kita untuk masa depan yang lebih hijau! 🌊🌱
Untuk Informasi lebih Lanjut silahkan kunjungi Leuser.or.id
#ForumKonservasiLeuser #FKL #TenderAceh #AcehTamiang
Pemetaan kemajuan restorasi dilakukan di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, pada 21–24 April 2026.
Tim Forum Konservasi Leuser melakukan pengambilan citra udara untuk memantau perkembangan area restorasi di empat desa—Pengidam, Batu Bedulang, Pantai Cempa, dan Bengkelang, yang dikenal sebagai kawasan Sangkapane. Kegiatan restorasi ini dilakukan dengan kolaborasi bersama KPH VII,DLHK Aceh dan masyarakat. Kegiatan restorasi dilakukan dengan metode agroforestry.
Melalui metode agroforestry, petani lokal membuktikan bahwa lahan produktif dan hutan yang sehat bisa tumbuh berdampingan.
Pemantauan ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses restorasi berjalan sesuai rencana dan kondisi di lapangan dapat terus dipantau secara berkala. Citra udara juga membantu melihat perubahan lanskap secara lebih utuh dari waktu ke waktu.
Karena pemulihan hutan tidak berhenti di penanaman, tapi pada bagaimana kawasan ini terus dipantau dan dijaga.
Terus ikuti perjalanan kami di leuser.or.id
#leuserecosystem #fkl #restoration

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature

Education and Fieldtrip to Soraya Research Station
Stasiun Riset Soraya sebagai tempat pembelajaran tentang alam dan kehidupan.
Di tengah rimbunnya Leuser, kami mendengar cerita dari para penjaga yang selalu hadir untuk menjaga nya. Tentang jejak-jejak satwa, tentang sunyinya malam yang penuh makna, dan tentang tanggung jawab besar menjaga hutan yang menjadi penopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia.
Hari-hari di Soraya mengajarkan kami lebih dari sekadar teori. Kami belajar bagaimana hutan dirawat melalui upaya konservasi, bagaimana luka alam dipulihkan lewat restorasi, dan bagaimana hutan dijaga dengan dedikasi tanpa henti.
Namun, di sela-sela pembelajaran itu, kami juga menemukan hal lain tentang kebersamaan. Tertawa di jalur setapak, berbagi cerita yang penuh makna, dan diam sejenak menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Perjalanan ini mungkin singkat, tapi maknanya akan selalu kami ingat.
Karena di Leuser, kami belajar satu hal penting: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan bersama.
#leuser
#saveleuserecosystem
#leuserecosystem
#fieldtrip
#nature
Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!
Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.
Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.
Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.
Absolutely no fees. Download any Story at no cost.