Instagram Logo

kemalulum_

“KEMS”

Hidup Seperti Larry
🎬🎥🏋️🎷📖📝

5
posts
1.8K
followers
2.3K
following

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago


“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago


“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago


“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

“Kurre sumanga.
Salama’ sitammu sule”

Rasa itu datang malam ini, lewat aroma kabut yang seolah masih menempel di telapak kenangan.

Seakan kulihat lagi lembah-lembah hijau itu, tempat ku berhenti hanya untuk mendengarkan angin yang menyentuh daun-daun dengan lembut sekali, seolah tau bahwa aku memikirkan sesuatu.

Di antara tongkonan yang berdiri kokoh seperti penjaga waktu, mereka pernah tertawa tanpa alasan yang penting, lalu hangatnya kini pelan-pelan sekali kembali sebagai bayangan, seperti seseorang yang rindu tetapi tak berani mengetuk.

Semuanya berlalu, namun tenangnya kota itu masih memanggilku tanpa suara, tanpa tanda, hanya lewat rasa yang tiba-tiba muncul di dada ketika sore menghilang.

Dan aku mengerti, beberapa kenangan tidak benar-benar hilang, mereka hanya memilih tinggal, menungguku pulang dalam cara yang lain.


3
5 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago


🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

🌊🌊🌊⚠️⚠️⚠️ Awas Ombak Besar…
📸 : @dino_hardiansyah.ar


3
4
6 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Dua bulan di bandung ko ga berasa ya?

“Iya sutingnya sehat, manusianya juga sehat”

“Yah gabisa liat robot lagi gue”

“Aiiiihh sikat”

“Nama kamu tagor ya?”

“Gabisa gitu men”

“Hamdan hamdan hamdan”

“Di amuk marugul”


3
15
10 months ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Angin berhembus membisikkan sebuah harapan,
saling beriringan di bawah langit tanpa beban.
Tertawa bersama hingga senja tiba menyapa,
menjahit sebuah mimpi dalam serangkai kata.

Lelah yang bercampur rindu tak pernah terbayang,
Rasa syukur datang lalu waktu pergi menghilang.

Kini jejak itu hanya tinggal bayang,
Terbungkus rapi di dalam sebuah kenang.
Langkah yang dulu pernah sejajar erat,
perlahan menjauh, dan tak lagi terlihat dekat.

Tak bisa lagi kita ulang kisah dimasa itu,
seperti ombak yang berderu pergi berlalu.
Namun di hati, ia akan tetap ada,
bersinar lembut, meski jauh berbeda.

Perjalanan usai, namun tak akan menghilang,
Semua hal indah, tertinggal di hati yang tenang.

Terimakasi Rombongan Sirkus🤡
Kita tetap serius, meskipun hanya makan jagung rebus.🤡


3
16
1 years ago

Alam Tidak Meminta Imbalan Atau Memberi Hukuman, Tetapi Kita Harus SiapDengan Konsekuensinya. 🌲🌲🌲 📷: @kevin_gregorius


3
9
6 years ago


Story Save - Best free tool for saving Stories, Reels, Photos, Videos, Highlights, IGTV to your phone.

Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!

Our advantages:

No Need to Register

Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.

Exclusive High-Quality

Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.

Accessible on All

Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.

Completely Free to Use

Absolutely no fees. Download any Story at no cost.

Frequently Asked Questions

The Instagram Stories Download feature is designed to provide a secure and high-quality method for downloading Instagram stories. It's user-friendly and doesn't require users to register or sign up. Simply copy the link, paste it, and enjoy the content.
Downloading Instagram stories is a simple process that involves three steps:
  • 1. Go to the Instagram Story Downloader tool.
  • 2. Next, type the username of the Instagram profile into the provided field and click on the Download button.
  • 3. You'll then see all the Stories that are available for the current 24-hour period. Select the ones you want and hit Download.
The selected story will be swiftly saved to your device's local storage.
Unfortunately, it is not possible to download stories from private accounts due to privacy restrictions.
There is no limit to the number of times you can use the Instagram story download service. It's available for unlimited use and is completely free.
Yes, it is legal to download and save Instagram Stories from other users, provided they are not used for commercial purposes. If you intend to use them commercially, you must obtain permission from the original content owner and credit them each time the story is used.
All downloaded stories are typically saved in the Downloads folder on your computer, whether you're using Windows, Mac, or iOS. For mobile devices, the stories are saved in the phone's storage and should also appear in your Gallery app immediately after download.