farid efte
photographer
based on Jakarta, Indonesia.

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Gate GBK ditutup semua, sebaiknya batalin aja buat ke Indonesia Arena”.
Sebuah pesan masuk di grup whatsapp tim dokumentasi foto, sehari sebelum Mens Rea Jakarta digelar. Pesan tersebut dari Mas Pio yang sudah berada di venue sejak pagi. Saya menyusul menjelang petang, sambil membaca situasi di dunia maya, mengingat GBK area dekat sekali dengan titik-titik masa aksi yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
GBK hari itu memang agak aneh. Beberapa titik dijaga dengan ketat. Tak banyak orang yang berolahraga seperti hari-hari biasanya. Beberapa acara bahkan sudah dikonfirmasi akan batal. Saya hanya menggumam dalam hati apakah Mens Rea juga akan dibatalkan.
30 Agustus 2025, 10.000 penonton memadati Indonesia Arena sejak siang hari, menembus berbagai kemungkinan di sekitarnya. 7.000 orang lainnya menonton via streaming. Dan sisanya, adalah sejarah.
---
Mens Rea akan hadir di Netflix 27 Desember 2025. Senang sekali rasanya gak cuma bisa melihat bagaimana perjalanannya, tapi juga bisa terlibat. From the Twivate Concert to Indonesia Arena, from WSYDN Shop to Comika, you deserved this. Congratulation, Mas Pandji. And You Don’t Stop!
#mensrea
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya @pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas @piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Komedi Mendidik Finale Jakarta, 11 Januari 2025 di Menara Kuningan. Dibuka dengan sangat empuk oleh Debat Gosip dan tiga opener: Coki Anwar, Ilham Setyadi serta Duto Triadjie.
Coki membahas banyak hal malam itu, tapi yang rasanya jadi highlight adalah alasannya mengapa menerima tawaran menjadi buzzer baik di Pilpres atau Pilgub Jakarta.
Komedi Mendidik: Stand Up Comedy Special by @cokipardedebebas
Production of Majelis Lucu Indonesia
in associated with @piokharisma
#cokipardede
#majelislucuindonesia
#faridefte
#standupcomedy
#komedimendidik

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

Terlalu Banyak Waktu Luang
A Stand Up Comedy Special by Soleh Solihun
Live at Graha Bhakti Budaya
21 Des 2025
Production @hahaha_corp
In associated with @piokharisma
#solehsolihun
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

The Founder5: Sketch, Improve & Stand Up Comedy Show
Production @comikaevent @goldlive.indonesia
Live at Sentul International Convention Center 7 December 2024.
In associated with @piokharisma
#stage
#faridefte

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

GOAT - Ge On All Tempo
A Special Standup Comedy Show by @gepamungkas
Balai Sarbini, 20 Juli 2024.
@hahaha_corp @galaeventmanagement @sessaxuanthiproject
In associated with @piokharisma

Beristirahat dengan tenang, @gustiwiw. Senang sempat mendokumentasikan penampilan lo di Pestapora 2024. Sampai jumpa lagi🌹

Saya selalu suka dengan perjalanan dan kisah Nabi Ibrahim. Tentang perjalanannya mencari Tuhan hingga mempertanyakan lagi keyakinannya disaat ia sudah memegang teguh keyakinannya.
Selamat hari raya idul adha, kawan. Selamat mempertanyakan lagi keyakinannmu...

Saya selalu suka dengan perjalanan dan kisah Nabi Ibrahim. Tentang perjalanannya mencari Tuhan hingga mempertanyakan lagi keyakinannya disaat ia sudah memegang teguh keyakinannya.
Selamat hari raya idul adha, kawan. Selamat mempertanyakan lagi keyakinannmu...

Saya selalu suka dengan perjalanan dan kisah Nabi Ibrahim. Tentang perjalanannya mencari Tuhan hingga mempertanyakan lagi keyakinannya disaat ia sudah memegang teguh keyakinannya.
Selamat hari raya idul adha, kawan. Selamat mempertanyakan lagi keyakinannmu...

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

tiga puluh
dengan sedikit pusing
keyakinan lama
retak pelan-pelan
seperti genting yang lelah
menampung musim terlalu banyak
persimpangan datang
seperti musim hujan
membasahi hal-hal yang tak lagi kuat menahan
ranting keputusan meranggas,
doa-doa jatuh ke tanah dan diam,
menjadi bagian dari lapisan
yang dilupakan sejarah.
tak ada yang benar-benar tau
ke mana arah semua ini
tapi langkah tetap berlanjut
meski ragu sesekali singgah
tak ada pesta,
tak ada peluit,
hanya ada suara sandal yang pelan
di jalan yang entah akan membawa ke mana
namun tetap dilalui
selamat naik kelas
meski tak ada panggung,
tak ada sorak
hanya hari-hari biasa
dan tubuh yang tetap belajar menjadi tenang.
Ciwidey, Juni 2025.

"Yang menciptakan hidup dan kematian
Tempat di mana kita dikembalikan
Dalam penghakiman dan kesendirian
Semua kesaksian kebenaran
Bukti ribuan penyesalan"
Merayakan Fana - @barasuara
Jakarta, 27 Maret 2025.
Story-save.com is an intuitive online tool that enables users to download and save a variety of content, including stories, photos, videos, and IGTV materials, directly from Instagram. With Story-Save, you can not only easily download diverse content from Instagram but also view it at your convenience, even without internet access. This tool is perfect for those moments when you come across something interesting on Instagram and want to save it for later viewing. Use Story-Save to ensure you don't miss the chance to take your favorite Instagram moments with you!
Avoid app downloads and sign-ups, store stories on the web.
Stories Say goodbye to poor-quality content, preserve only high-resolution Stories.
Devices Download Instagram Stories using any browser, iPhone, Android.
Absolutely no fees. Download any Story at no cost.